Seperti yang kita tahu, lubang hitam adalah salah satu objek
langit teraneh di alam semesta ini. Lubang hitam memiliki massa yang sangat
besar namun memiliki ukuran yang kecil, sehingga kerapatan (massa jenis) dari
lubang hitam sangatlah besar. Hal ini yang menyebabkan lubang hitam memiliki
daya tarik yang sangat besar terhadap benda disekitarnya.
Berdasarkan penghitungan matematika, semua benda bisa, loh
menjadi lubang hitam. Kita (manusia), hewan, meja, kursi, dan benda lain bisa
menjadi lubang hitam, asalkan ukurannya dimampatkan hingga mencapai kerapatan
tertentu. Istilahnya dipenyetin gitu. Nah, pemampatan ini harus mencapai ukuran
tertentu, yang disebut sebagai schwarzschild radius. Apaan lagi tuh??? Jadi, schwarzschild
radius ini adalah ukuran minimal suatu benda agar bisa menjadi lubang hitam.
Rumusnya itu kayak gini :
Gambar 1 : Schwarzschild Radius
R itu adalah radius dari bendanya, G adalah konstanta
gravitasi, M adalah massa benda, sedangkan c adalah kecepatan cahaya. Jadi,
ketika benda apapun dimampatkan hingga ukuran schwarzschild radiusnya, maka ia
akan mempunyai gaya gravitasi yang sangat kuat hingga dapat menarik benda
apapun disekitarnya, termasuk cahaya.
Nah, kembali lagi ke pernyataan sebelumnya. Semua benda bisa
menjadi lubang hitam. Jadi, harus dimampatkan hingga ukuran berapa tubuh kita
ini agar menjadi lubang hitam? Jawabannya adalah SATU SEKTILLION LEBIH KECIL
DARI PASIR! Bayangin aja tuh, pasir ukurannya berapa. Dan tubuh kita harus
dimampatkan satu sektillion kali (1.000.000.000.000.000.000.000x) lebih kecil
daripada pasir itu sendiri. Nggak kebayang kan, rapetnya badan kita kaya
gimana?
Sedangkan jika kita akan membuat lubang hitam dari Gunung
Everest yang tertinggi di dunia itu, kita harus memampatkannya hingga ukuran
kurang dari satu nanometer, atau setara dengan 10 atom helium yang berjejer.
Kecil banget kannn? Atau jika bumi yang dimampatkan, maka ukurannya harus
sekecil koin 500 rupiah yang sering kita pake buat jajan itu.
Dan kerapatan yang tinggi aja nggak cukup buat jadi lubang
hitam, massanya juga harus besar. Karena jika massanya kecil, akan terkena
Hawking Radiation (binatang apalagi itu). Hawking Radiation ini membuat lubang
hitam kecil yang baru aja kita buat jadi hilang massanya dalam waktu kurang
dari 1 detik, berubah menjadi energi yang besarnya 5 juta megaton TNT. Wow!
Energi ledakannya setara 87000 kali ledakan Tsar Bomba, itu loh bom yang diuji
coba Rusia, yang merupakan bom nuklir paling gila yang diciptakan manusia.
Nah, ketika sebuah lubang hitam sudah terbentuk, ia akan
menarik semua benda disekitarnya, dan massanya tentu akan bertambah. Sebuah lubang
hitam bahkan dapat menarik dan melahap lubang hitam lain yang lebih kecil.
Mari kita bahas beberapa lubang hitam yang ada di semesta
ini. Lubang hitam terkecil yang telah teridentifikasi adalah XTE J160-500 yang mempunyai radius 12 kilometer (lebih kecil
dari sebuah kecamatan ya, hehe) namun memiliki
massa setara 10 kali massa matahari. Sedangkan matahari sendiri memiliki massa
sekitar 1,989 x 1030 kg.
Gambar 2 : XTE J160-500
Lubang hitam lain yang tergolong medium-sized adalah HLX-1.
Ia memiliki radius 295.300 kilometer, atau setara dengan jarak 4 Jupiter
berjejeran, dan memiliki 100.000 kali massa matahari.
Gambar 3 : HLX-1
Sedangkan lubang hitam terbesar yang telah teridentifikasi
adalah S5 0014+81. Lubang hitam ini diklasifikasikan sebagai Ultramassive black
hole. Radiusnya sekitar 1600AU (Bayangkan, 1 AU saja adalah jarak Bumi-Matahari
yakni 149,6 juta km!) dan memiliki massa
40 milyar kali massa matahari. MasyaAllah! Mataharisaja sudah berarti sangat
besar dibandingkan dengan kita, manusia di bumi. Dan lubang hitam ini memiliki
40 milyar kali massa matahari. Dan jika kalian penasaran, massa ini setara
dengan 1.556.068.977.897.877.185.233.126.961 buah mobil Toyota Corolla. Wow,
kalian pasti heran betapa isengnya saya menghitung seperti ini.
Gambar 4 : S5 0014+81
Begitulah penjelasan tentang perbandingan massa dari lubang
hitam di alam semesta ini. Begitu banyak hal yang menakjubkan sepatutnya
membuat kita selalu mengingat kebesaran dari Sang Pencipta. Dan bagaimana
mungkin kita bisa merasa sombong dan merasa besar di dunia ini, padahal kita
kecil sekali dibandingkan alam semesta ini?
Terimakasih sudah membaca 😊
Sumber :Youtube




Tidak ada komentar:
Posting Komentar