Rabu, 16 Agustus 2017

Perbandingan Lubang Hitam yang Tak Dapat Dipercaya

Seperti yang kita tahu, lubang hitam adalah salah satu objek langit teraneh di alam semesta ini. Lubang hitam memiliki massa yang sangat besar namun memiliki ukuran yang kecil, sehingga kerapatan (massa jenis) dari lubang hitam sangatlah besar. Hal ini yang menyebabkan lubang hitam memiliki daya tarik yang sangat besar terhadap benda disekitarnya.
Berdasarkan penghitungan matematika, semua benda bisa, loh menjadi lubang hitam. Kita (manusia), hewan, meja, kursi, dan benda lain bisa menjadi lubang hitam, asalkan ukurannya dimampatkan hingga mencapai kerapatan tertentu. Istilahnya dipenyetin gitu. Nah, pemampatan ini harus mencapai ukuran tertentu, yang disebut sebagai schwarzschild radius. Apaan lagi tuh??? Jadi, schwarzschild radius ini adalah ukuran minimal suatu benda agar bisa menjadi lubang hitam. Rumusnya itu kayak gini :
Gambar 1 : Schwarzschild Radius

R itu adalah radius dari bendanya, G adalah konstanta gravitasi, M adalah massa benda, sedangkan c adalah kecepatan cahaya. Jadi, ketika benda apapun dimampatkan hingga ukuran schwarzschild radiusnya, maka ia akan mempunyai gaya gravitasi yang sangat kuat hingga dapat menarik benda apapun disekitarnya, termasuk cahaya.
Nah, kembali lagi ke pernyataan sebelumnya. Semua benda bisa menjadi lubang hitam. Jadi, harus dimampatkan hingga ukuran berapa tubuh kita ini agar menjadi lubang hitam? Jawabannya adalah SATU SEKTILLION LEBIH KECIL DARI PASIR! Bayangin aja tuh, pasir ukurannya berapa. Dan tubuh kita harus dimampatkan satu sektillion kali (1.000.000.000.000.000.000.000x) lebih kecil daripada pasir itu sendiri. Nggak kebayang kan, rapetnya badan kita kaya gimana?
Sedangkan jika kita akan membuat lubang hitam dari Gunung Everest yang tertinggi di dunia itu, kita harus memampatkannya hingga ukuran kurang dari satu nanometer, atau setara dengan 10 atom helium yang berjejer. Kecil banget kannn? Atau jika bumi yang dimampatkan, maka ukurannya harus sekecil koin 500 rupiah yang sering kita pake buat jajan itu.
Dan kerapatan yang tinggi aja nggak cukup buat jadi lubang hitam, massanya juga harus besar. Karena jika massanya kecil, akan terkena Hawking Radiation (binatang apalagi itu). Hawking Radiation ini membuat lubang hitam kecil yang baru aja kita buat jadi hilang massanya dalam waktu kurang dari 1 detik, berubah menjadi energi yang besarnya 5 juta megaton TNT. Wow! Energi ledakannya setara 87000 kali ledakan Tsar Bomba, itu loh bom yang diuji coba Rusia, yang merupakan bom nuklir paling gila yang diciptakan manusia.
Nah, ketika sebuah lubang hitam sudah terbentuk, ia akan menarik semua benda disekitarnya, dan massanya tentu akan bertambah. Sebuah lubang hitam bahkan dapat menarik dan melahap lubang hitam lain yang lebih kecil.
Mari kita bahas beberapa lubang hitam yang ada di semesta ini. Lubang hitam terkecil yang telah teridentifikasi adalah XTE J160-500 yang  mempunyai radius 12 kilometer (lebih kecil dari sebuah kecamatan ya, hehe) namun memiliki massa setara 10 kali massa matahari. Sedangkan matahari sendiri memiliki massa sekitar 1,989 x 1030 kg.
Gambar 2 : XTE J160-500

Lubang hitam lain yang tergolong medium-sized adalah HLX-1. Ia memiliki radius 295.300 kilometer, atau setara dengan jarak 4 Jupiter berjejeran, dan memiliki 100.000 kali massa matahari.
Gambar 3 : HLX-1

Sedangkan lubang hitam terbesar yang telah teridentifikasi adalah S5 0014+81. Lubang hitam ini diklasifikasikan sebagai Ultramassive black hole. Radiusnya sekitar 1600AU (Bayangkan, 1 AU saja adalah jarak Bumi-Matahari yakni 149,6 juta km!) dan memiliki massa 40 milyar kali massa matahari. MasyaAllah! Mataharisaja sudah berarti sangat besar dibandingkan dengan kita, manusia di bumi. Dan lubang hitam ini memiliki 40 milyar kali massa matahari. Dan jika kalian penasaran, massa ini setara dengan 1.556.068.977.897.877.185.233.126.961 buah mobil Toyota Corolla. Wow, kalian pasti heran betapa isengnya saya menghitung seperti ini.
Gambar 4 : S5 0014+81

Begitulah penjelasan tentang perbandingan massa dari lubang hitam di alam semesta ini. Begitu banyak hal yang menakjubkan sepatutnya membuat kita selalu mengingat kebesaran dari Sang Pencipta. Dan bagaimana mungkin kita bisa merasa sombong dan merasa besar di dunia ini, padahal kita kecil sekali dibandingkan alam semesta ini?
Terimakasih sudah membaca 😊

Sumber :Youtube

Tidak ada komentar:

Posting Komentar